Selasa, 15 Juli 2008

100 tahun kebangkitan nasional

Gong Perdamaian Nusantara Diresmikan di Taman Pintar Yogyakarta

Gong Perdamaian Nusantara, simbol pemersatu nusantara, diresmikan di Plaza Taman Pintar Yogyakarta, Selasa (20/5).

Gong Perdamaian Nusantara dicanangkan sebagai pembaruan komitmen kebangkitan bangsa yang telah terjadi 100 tahun lalu yang dipatrikan kembali dalam bentuk simbol perdamaian nusantara. Dengan harapan dari tanah Yogyakarta ini mampu menjadi lentera nusantara dalam menciptakan perdamaian Indonesia yang kekal damai sepanjang masa.Gong Perdamaian Nusantara melambangkan persatuan dari kabupaten/kota, propinsi dan agama di seluruh Indonesia. Sebelum kelahiran Gong Perdamaian Nusantara ini sudah dibuat Gong Perdamaian Dunia yang merupakan persaudaraan umat manusia di dunia. Terakhir dicanangkan di Hongaria yang merupakan upaya untuk mengangkat martabat bangsa di mata dunia agar bangsa ini tidak lagi dilecehkan oleh bangsa lain. Pada kesempatan itu juga dilakukan peletakan tanah dari 33 provinsi yang melambangkan bangsa Indonesai bersatu sebagai pondasi kekuatan perdamaian dunia.

Peresmian Gong Perdamaian Nusantara. (Pemkot Yogyakarta)

Pada kesempatan tersebut, Herry Zudianto, Walikota Yogyakarta, membacakan Puisi I Abad Kebangkitan Nasional yang menyuarakan agar bangsa Indonesia bangkit dan bersatu.

Upacara

Pada Upacara peringatan 100 tahun hari kebangkitan nasional, Rabu (21/5), di halaman Balaikota, Herry Zudianto, menyematkan pin Merah Putih kepada delapan orang Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai tanda Kebangkitan Nasional Ke II. dalam upacara kali ini Walikota juga menyerahkan Surat Keputusan Purna Tugas kepada 45 karyawan di Lingkungan Pemkot yang akan memasuki purna tugas pada 1 September 2008.

Penyematan pin merah putih di Pemkot Yogyakarta. (Pemkot Yogyakarta)

Menurut Wagiyo, pegawai Dinas Kesejateraan Sosial, pihaknya telah mempersiapkan diri untuk memasuki purna tugas, dengan lahan pertanian yang cukup luas. "Saya telah mempersiapkan diri sejak lima tahun terakhir dengan bertani serta berternak. Areal sawah yang ada, sebagian saya tanami padi, sebagian sayur-sayuran dan sedikit ada kolam, yang pasti untuk mengisi waktu luang agar tidak nglangut," tandas pria yang tinggal di Gancahan Sleman.

Fam Trip

Sebanyak 13 wartawan dari berbagai negara dan beberapa blogger mengikuti Fam Trip yang dilaksanakan oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta selama 3 hari mulai tanggal 18-21 Mei di berbagai obyek wisata untuk mendukung dan mempromosikan Kota Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata utama sekaligus mendukung Program Visit Indonesia Year 2008.

Setelah mengikuti Fam Trip ke berbagai obyek wisata antara lain, Kraton Yogyakarta, Taman Sari, Musium Ulen Sentanu dan berbagai tempat obyek wisata yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta, peserta Fam Trip berkesempatan mengikuti Gala Dinner di Pool Side Hotel Santika, Bersama Wakil Walikota Yogyakarta H Haryadi Suyuti dan insan pariwisata Yogyakarta Selasa (20/5).

Peserta Fam Trip. (Pemkot Yogyakarta)

Wakil Walikota Yogyakarta H Haryadi Suyuti mengatakan, beberapa obyek wisata di Yogyakarta dan sekitarnya yang telah dikunjungi diharapkan dapat menjadi satu pengalaman secara empiric termasuk interaksinya dengan masyarakat Yogyakarta yang lebih kental nuansa etniknya dapat dikenalkan lagi dimanca negara. "Pada tahun 2000an jumlah wisatawan mancanegara bisa sampai 25%, saat ini kurang dari 10%, tentunya ini sangat memprihatinkan walaupun wisatawan dalam negeri banyak, diharapkan dengan Fam Trip ini Yogyakarta bisa lebih dikenalkan dan wisatawan khususnya wisatawan manca negara akan lebih banyak berkunjung ke Yogyakarta" kata Haryadi Suyuti.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Hadi Muhtar, SE mengatakan, Fam Trip ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk menjalin kerjasama media diwilayah Indonesia dan Asean dan upaya untuk memperkenalkan Yogyakarta ke daerah atau negara lain dan diharapkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta juga meningkat. "Dengan Fam Trip ini nantinya, diharapakan para wartawan dapat menulis tentang pariwisata di Yogyakarta sehingga banyak wisatawan dari daerah edar media wartawan dapat berkunjung dan menikmati berbagai obyek wisata di Yogyakarta, diharapkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta akan meningkat" kata Hadi Muhtar

Pada kesempatan ini para peserta juga mengikuti rangkaian peresmian Gong Perdamaian Nusantara yang diadakan di Taman Pintar sebagai peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional Indonesia. Dalam acara ini ditampilkan juga berbagai macam tarian dari Indonesia yang mendukung tema perayaan HUT ke 250 Th Kota Yogyakarta yakni Celebration of Cultural Unity. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Yogyakarta berasal dari latar belakang yang beragam ditunjang dengan predikat kota pendidikan, kota pariwisata sekaligus kota budaya yang berjalan beriringan dan bersinergi sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.

Tidak ada komentar: